Konsep Dasar Penjadwalan CPU

Penjadwalan proses didasarkan pada sistem operasi yang menggunakan prinsip    multiprogramming.  Dengan cara mengalihkan kerja CPU untuk beberapa proses, maka CPU akan semakin produktif.

Pada multiprogramming, selalu akan terjadi beberapa proses berjalan dalam suatu waktu.  Sedangkan pada uniprogramming hal ini tidak akan terjadi, karena hanya ada satu proses yang berjalan pada saat tertentu.

Konsep dasar dari multiprogramming ini adalah: suatu proses akan menggunakan CPU sampai proses tersebut dalam status wait (misalnya meminta I/O) atau selesai.  Pada saat wait , maka CPU akan nganggur (idle).  Untuk mengatasi hal ini, maka CPU dialihkan ke proses lain pada saat suatu proses sedang dalam wait, demikian seterusnya.

Peker-jaan

Saat Tiba

Lama

Proses

Saat

Mulai

Saat

rampung

Lama tanggap

Waktu Sia-Sia

Rp

Rt

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

Tabel proses kerja prosesor

Dalam menggambarkan sebuah penjadwalan dapat dilakukan dengan menyusun kerja proses seperti Gambar di atas, atau ada kalanya diperlukan barisan saat proses untuk dapat menyusun tabel kerja proses.  Selanjutnya, dari kedua cara ini, dapat dihitung waktu sia-sia (T-t), rerata lama tanggap Tt, nilai rasio tanggap Rt, dan rasio penalti Rp.

Penjadwalan prosesor dapat dibagi menjadi beberapa kategori setelah proses sudah berada dalam antrian yaitu prioritas dan preempsi.  Dalam keadaan tanpa prioritas atau preempsi, maka penjadwalan adalah melalui antrian.  Dengan demikian dapat disusun ketegori penjadwalan berdasarkan prioritas dan preempsi itu kedalam Gambar berikut:

Tanpa
prioritas

Dengan
prioritas

Tanpa
preempsi

I

II

Dengan
preempsi

III

IV

Gambar Kategori kerja prosesor

Kesemuanya ada empat kategori meliputi (I) tanpa prioritas dan tanpa preempsi melalui antrian biasa, (II) dengan prioritas dan tanpa preempsi, (III) tanpa prioritas dan dengan preempsi, dan (IV) dengan prioritas dan dengan preempsi.  Selanjutnya kategori penjadwalan ini dapat kita uraikan dalam berbagai algoritma penjadwalan.

Algoritma Penjadwalan

Proses memerlukan prosesor.  Proses memerlukan penjadwalan pemakaian prosesor.  Berdasarkan berbagai ketentuan pada penjadwalan proses serentak, dapat disusun teknik penjadwalan prosesor.  Dapat dipandang semua proses serentak itu sebagai satu kumpulan proses yang memerlukan prosesor. 

Di sini, dianggap semua proses sebagai satu kumpulan proses serentak.  Proses ini akan diolah oleh prosesor baik dalam bentuk antrian maupun dalam bentuk prioritas atau preempsi.  Beberapa algoritma penjadwalan yang umum akan dibahas pada bagian ini.  Untuk memudahkan mengamati setiap algoritma akan digunakan dua buah contoh (kedua Gambar berikut) antrian tetap yang akan kita gunakan untuk diterapkan pada berbagai algoritma penjadwalan yang akan kita bahas.

Nama Proses

Saat Tiba

Lama Proses

A

B

C

D

E

0

0

0

0

0

7

10

2

4

8

Gambar Kasus I – antrian lima proses dengan saat tiba = 0

Nama Proses

Saat Tiba

Lama Proses

A

B

C

D

E

0

1

8

2

5

7

10

2

4

8

Gambar Kasus II – antrian lima proses saat tiba berbeda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: